Tak Lagi Andalkan Pemetaan Internal, Perumda Batiwakkal Libatkan Masyarakat Dalam Menentukan Prioritas Pembangunan Jaringan Air Bersih
Suasana pelayanan di kantor Perumdam Batiwakkal Jalan Raja Alam.
POSKOTAKALTIMNEWS,
BERAU : Percepatan pembangunan jaringan distribusi
air bersih di Kabupaten Berau kini memasuki babak baru. Jika selama ini
pengembangan jaringan lebih banyak mengacu pada kajian teknis dan pemetaan
internal perusahaan, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Batiwakkal
mulai menerapkan pendekatan yang lebih partisipatif dengan melibatkan
masyarakat dalam menentukan wilayah prioritas pembangunan.
Langkah ini dilakukan
agar setiap program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan riil warga
sekaligus mempercepat pemerataan akses air bersih di berbagai kawasan yang
belum terlayani secara optimal.
Kebijakan tersebut
menjadi salah satu fokus utama Perumda Batiwakkal pada tahun ini. Di tengah
pertumbuhan kawasan permukiman yang terus berkembang, perusahaan menilai
informasi yang berasal langsung dari masyarakat memiliki peran penting dalam
menyusun arah pembangunan jaringan distribusi agar lebih tepat sasaran.
Direktur Perumda Air
Minum Batiwakkal, Saipul Rahman, mengatakan keterlibatan masyarakat bukan
sekadar pelengkap dalam proses perencanaan, melainkan menjadi bagian penting
dalam menentukan titik pembangunan jaringan air bersih di masa mendatang.
"Tujuannya
supaya pemetaan lebih akurat dan program pengembangan jaringan tidak meleset
dari kebutuhan utama masyarakat, sehingga manfaat pembangunan benar-benar dapat
dirasakan oleh warga," ujar Saipul saat ditemui di Kantor Perumda
Batiwakkal di Jalan Raja Alam, Tanjung Redeb, beberapa waktu lalu.
Menurutnya,
pembangunan jaringan air bersih harus mampu mengikuti dinamika perkembangan
daerah. Pertumbuhan jumlah penduduk dan munculnya kawasan-kawasan permukiman
baru dalam beberapa tahun terakhir berlangsung lebih cepat dibandingkan
kemampuan perluasan jaringan distribusi yang dimiliki perusahaan.
Akibatnya, masih
terdapat sejumlah kawasan yang belum memperoleh pelayanan air bersih secara
maksimal. Di beberapa lokasi, pelanggan masih menghadapi tekanan air yang
rendah, sementara di wilayah lainnya distribusi air hanya mengalir pada
waktu-waktu tertentu karena kapasitas jaringan belum mampu mengimbangi
peningkatan jumlah pelanggan.
Saipul menjelaskan,
kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus segera diatasi agar pelayanan
dasar kepada masyarakat tetap terjaga. Karena itu, perusahaan tidak ingin lagi
menyusun program pembangunan hanya berdasarkan data teknis semata.
Masukan dari masyarakat
dinilai mampu memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai kondisi pelayanan
di lapangan, termasuk wilayah yang membutuhkan pembangunan jaringan baru maupun
peningkatan kapasitas distribusi.
"Kami ingin
mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Warga tentu lebih memahami kondisi di
lingkungannya masing-masing, sehingga informasi tersebut menjadi bahan penting
dalam menentukan prioritas pembangunan jaringan," katanya.
Selain menghimpun
aspirasi masyarakat, Perumda Batiwakkal juga terus memperkuat koordinasi dengan
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau. Sinergi
tersebut dilakukan agar pengembangan jaringan distribusi air bersih dapat
berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur daerah, termasuk pembukaan
kawasan permukiman baru dan pembangunan jalan.
Kolaborasi lintas
sektor tersebut diharapkan mampu menghasilkan pemetaan yang lebih komprehensif
sehingga pembangunan jaringan air bersih tidak hanya mengejar perluasan
layanan, tetapi juga memperhatikan efisiensi anggaran dan keberlanjutan
operasional perusahaan.
Saipul menegaskan,
setiap meter jaringan pipa yang dibangun harus memberikan manfaat nyata bagi
masyarakat. Oleh karena itu, perusahaan ingin memastikan setiap investasi yang
dilakukan benar-benar menyasar wilayah yang membutuhkan layanan air bersih.
"Kami tidak
ingin pembangunan dilakukan hanya berdasarkan perkiraan. Aspirasi masyarakat
menjadi dasar penting agar setiap program yang kami jalankan benar-benar tepat
sasaran, termasuk dalam pembangunan jaringan distribusi air bersih. Dengan
begitu, anggaran yang digunakan menjadi lebih efektif dan manfaatnya dapat
dirasakan secara langsung oleh masyarakat," tegasnya.
Ia berharap
masyarakat tidak ragu menyampaikan usulan maupun informasi mengenai kondisi
pelayanan air bersih di lingkungannya. Semakin banyak masukan yang diterima
perusahaan, semakin akurat pula penyusunan peta pengembangan jaringan pada
tahun-tahun mendatang.
Bagi Perumda
Batiwakkal, pembangunan jaringan distribusi bukan sekadar menambah panjang pipa
atau memperluas cakupan layanan. Lebih dari itu, pembangunan merupakan bagian
dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang merata, berkualitas, dan
berkeadilan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Berau.
Melalui pendekatan
yang lebih partisipatif tersebut, Perumda Batiwakkal optimistis pengembangan
jaringan air bersih akan lebih efektif dalam menjawab kebutuhan masyarakat,
mengurangi kesenjangan pelayanan antarwilayah, sekaligus memperkuat komitmen
perusahaan untuk menghadirkan akses air bersih yang semakin luas dan
berkelanjutan di Kabupaten Berau. (sep/FN)